MENGUKIR BUKIT JADI RUMAH.
(Kepakaran mengukir bukit-bukit menjadi rumah).
Bagi umat Islam yang berkunjung ke Asia Barat, boleh menjejak kesan peninggalan kaum-kaum yang durhaka. Tuhan kekalkan kesan peninggalan sejarah mereka supaya manusia dikemudian hari boleh ambil iktibar akibat mereka yang engkar kepada Allah SWT.Seperti jasad Firaun di Mesir, yang masih Allah kekalkan, kaum yang mampu mengukir bukit batu dan sebagainya.
Kita boleh menyaksikan ukiran
Kaum Thamud hingga ke hari ini. Ukiran mereka terserlah di bukit-bukit dan Gunung batu.Kita boleh dapati di Jordan dan Arab Saudi. (Arab: ثمود) adalah suku kaum kuno berbangsa Arab yang diperkirakan hidup sekitar era millenium pertama sebelum Masihi. Mereka dikatakan berasal dari wilayah Arabia selatan yang kemudiannya berhijrah menuju ke wilayah Arabia utara.
Kaum Thamud hingga ke hari ini. Ukiran mereka terserlah di bukit-bukit dan Gunung batu.Kita boleh dapati di Jordan dan Arab Saudi. (Arab: ثمود) adalah suku kaum kuno berbangsa Arab yang diperkirakan hidup sekitar era millenium pertama sebelum Masihi. Mereka dikatakan berasal dari wilayah Arabia selatan yang kemudiannya berhijrah menuju ke wilayah Arabia utara.
Mereka kemudian menetap di Gunung Athlab, Mada'in Saleh. Sejumlah besar kaum Thamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Ukiran dan pahatan mereka hingga ketika ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan hampir seluruh Arab bahagian tengah ke utara.
Mengukir bukit batu menjadi tempat tinggal mereka. Batu-batu keras tempat mereka lahirkan kemahiran dan kepakaran mengukir lukisan.
Batu-batu besar dengan ragam bentuk estetis berdiri kokoh di sepanjang jalan di Madain Saleh, sekitar 470 kilometer dari Madinah, Arab Saudi. Lokasi ini disebut-sebut sebagai tempat tinggal kaum Tsamud, umatnya Nabi Saleh yang Allah SWT musnahkan akibat kejahatan dan keingkarannya.
Batu-batu besar dengan ragam bentuk estetis berdiri kokoh di sepanjang jalan di Madain Saleh, sekitar 470 kilometer dari Madinah, Arab Saudi. Lokasi ini disebut-sebut sebagai tempat tinggal kaum Tsamud, umatnya Nabi Saleh yang Allah SWT musnahkan akibat kejahatan dan keingkarannya.
Perlukan waktu untuk menuju lokasi. Sepanjang perjalanan, mata 'dimanjakan' dengan pemandangan khas Arab Saudi, iaitu padang pasir tandus yang dihiasi aktivitas sekelompok unta tengah berjalan mencari makan.
Ketika akan memasuki daerah Madain Saleh, pengunjung harus melalui pintu masuk yang dijaga petugas polis keselamatan setempat. Setelah melapor kepada petugas jaga, pengunjung diperkenankan untuk menjelajahi tempat bersejarah tersebut.
"Tak banyak pertanyaan dan hanya tanya berapa orang, itu buat data mereka terkait jumlah pelancong yang datang dan berkunjung ke situ.
Memasuki daerah Madain Saleh yang berpasir, gunung berbatu sudah mulai terlihat seolah menyambut pengunjung. Batu-batu super besar itu berdiri tegak memisah dan ada pula yang menyatu berbentuk bukit.Di tiap sudut batunya, terdapat tekstur dalam ragam bentuk. Juga goresan garis-garis dalam bidang, menghadirkan volume cekung, cembung dan datar bahkan lubang yang tembus ke sisi lainnya.
Tak hanya itu, di sebagian besar batu itu juga terdapat pintu beserta ruangan kecil. Di dalam ruangan yang menyerupai kamar, ada bangku dari batu dengan goresan-goresan pahat tak beraturan di dindingnya. Di situs bersejarah ini disebutkan memiliki 132 kamar dan kuburan.
Bangsa Pemahat Batu.
Menurut arkeolog, Brian Doe, dalam bukunya 'Southern Arabia, Thames and Hudson', kaum Tsamud dikenali melalui tulisan dan pahatan-pahatan yang mereka buat di dinding-dinding batu. Tulisan yang secara grafis itu sangat mirip dengan huruf-huruf Smaitic (yang disebut Thamudic) dan banyak ditemukan di Arabia selatan sampai Hijaz.
Kota peninggalan Kaum Tamud ini berada 470 kilometer dari Madinah.
Kaum Tsamud yang juga disebut Ashab al-Hijr atau penduduk di batu ini memang diakui dalam Alquran sebagai bangsa yang ahli dalam memahat gunung berbatu. Mereka hidup pada abad ke-8 sebelum masehi, sekitar tahun 800 SM.
"Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerosakan." Begitu firman Allah dalam Alquran surat al-A’raf ayat 74.
Kerana keahlian dan kepandaiannya itu, hasil ukiran yang dibuat kaum Tsamud dijadikan sebagai barang dagangan dengan komoditas lainnya. Sebagian lagi dibuat hiasan di rumah-rumah mereka.
Produk utama kaum Tsamud adalah barang pecah-belah (tembikar) yang unik, dan memiliki nilai seni yang berkualitas tinggi, sedangkan produk lainnya berupa kemenyan dan rempah-rempah. Dari hasil perdagangan tersebut memberikan kekayaan, sehingga memungkinkan mereka membangun istana, rumah yang dipahat dan makam pada batu karang.
Ada banyak ruangan di situs peninggalan Kaum Tsamud di Madain Saleh. Namun lantaran mereka mengingkari Allah SWT dan tidak mengakui Saleh sebagai Nabi, Kaum Tsamud itu pun dihancurkan Allah SWT dengan petir yang menggelegar. Hal itu tertera dalam Quran surat Hud 67-68.
Kini kota bekas peninggalan umat Nabi Saleh menjadi salah satu kota warisan dunia. Badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO), pada awal Juli 2008 mengesahkan kota tua Madain Saleh yang terletak di utara Madinah itu sebagai salah satu warisan dunia (World Heritage Site).
Peninggalan jejak kaum Tsamud itu tentu menghadirkan pelajaran tersendiri. Seperti halnya Allah menyelamatkan jasad Firaun setelah tewas tenggelam di laut merah.
"Agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami." Demikian firman Allah SWT dalam Quran surat Yunus ayat 92.
Ulasan
Catat Ulasan